5 Ide Takjil Sehat untuk Keluarga

Daftar Isi

Pendahuluan

Matahari sudah terlihat padam, jalanan tidak terasa sepanas tadi siang, dan sayup-sayup mulai terdengar sebagian masjid menyetel tanda kumandang adzan Maghrib segera datang.

 
Di luar bulan Ramadhan, momen seperti ini mungkin hanya sekadar lewat.

Tapi di Bulan Ramadhan, mungkin momen seperti ini ditunggu-tunggu sebagian besar orang.

Waktu berbuka segera datang.
Sebagian pedagang takjil mulai menutup lapaknya, sudah sehabis ashar tadi ia buka lapak, menjelang maghrib dagangan ludes diserbu pelanggan.

Takjil – makanan pembuka puasa, bisa manis atau asin, bisa makanan atau minuman, lebih sering untuk pelepas antara adzan dan iqomah Maghrib – telah terhidang di meja makan.

Sebagian anak-anak sudah siap di hadapan takjil, tinggal menunggu kumandang adzan, mereka siap habiskan jatah takjilnya.

Semakin terbayang, ya?

Bagi sebagian orang, takjil menjadi ‘ajang balas dendam’ setelah lapar dan dahaga lebih dari 12 jam.

Pada suatu titik, ‘ajang balas dendam’ bisa jadi berbahaya.
‘Ajang balas dendam’ identik dengan makan sekenyang-kenyangnya – dan lebih sering lapar psikologis.

Ibarat kata pepatah: sebagian besar masalah disebabkan dua hal:

  • apa yang keluar dari mulut (omongan) dan
  • apa yang masuk ke dalam mulut (makanan).

Terlalu banyak makan bisa menimbulkan masalah di kemudian hari. Misalnya: obesitas.

Obesitas berisiko diabetes.

Diabetes berisiko penyakit jantung, dan seterusnya.

Pada artikel ini, kita akan berdiskusi mengenai bagaimana agar tidak terjadi ‘ajang balas dendam’ ketika berbuka puasa yang bisa menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari–dengan secara spesifik membahas gula dalam takjil.

Gula di Sekitar Kita

  • Mau seduh teh? Tuang gula 2 hingga 4 sendok teh
  • Mau seduh kopi? Tuang juga gula 2 hingga 4 sendok teh
  • Mau es buah? Tuang kental manis banyak-banyak
  • Mau martabak manis? yang dagang tuang gula banyak sekali
    begitu juga dengan takjil lainnya

Apakah kita terlalu banyak ‘makan’ gula?

untuk menjawabnya, mari kita lihat ‘jatah makan’ kita dalam Pedoman Gizi Seimbang.

‘Jatah makan’ setiap orang berbeda-beda, sesuai usia dan jenis kelamin.

Sebagai contoh, Ibu Ratih, adalah wanita berusia 30 tahun. Ia membutuhkan energi 2.125 kkal/kapita/hari.

Kebutuhan ibu Ratih berbeda dengan anak laki-lakinya, Putra, yang berusia 4 tahun. Putra membutuhkan energi 1.600 kkal/kapita/hari.

Tentu saja, jarang ada tukang sayur, atau warung makan, yang mengerti seberapa banyak 2.125 kkal atau 1.600 kkal.

Besaran kalori ini harus diterjemahkan menjadi setara dengan makanan di sekitar kita, termasuk gula dalam satuan gram.

Insyaallah artikel berikutnya akan membahas bagaimana seseorang bisa menghabiskan ‘jatah makan’.

Artikel ini lebih fokus membahas berapa ‘jatah makan’ gula per hari.

Kembali ke Pedoman Gizi Seimbang yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan, jatah konsumsi gula harian adalah 10 gram, untuk seluruh usia dan jenis kelamin.


Tahukah kamu? 10 gram gula setara dengan 2 sendok teh.

Mari kita bandingkan dengan apa yang sehari-hari kita temui, saat:

  • seduh teh?
  • seduh kopi?
  • bikin martabak manis?
  • bikin es buah?
  • Gulanya sangat melimpah ruah.

Bahkan untuk susu kemasan UHT, kami temukan satu kemasan mengandung 20 gram.

Kamu juga bisa cek untuk minuman kemasan lainnya, misalnya minuman bersoda, atau teh dalam kemasan, jus dalam kemasan, dan semisal.

Kita akan temukan minuman tersebut mengandung tinggi gula.

Dan dalam sehari, sebagian besar dari kita dapat konsumsi minum kemasan seperti tersebut lebih dari 2 botol.

Belum lagi penambahan gula dalam masakan.
dan banyak lagi.

Sedangkan, di sisi lain, terlalu banyak konsumsi gula dapat mengantarkan ke penyakit degeneratif.

Solusi Sederhana Namun Bermakna

Pola pikirnya kurang lebih seperti berikut:

  • Masalah gizi yang dialami oleh tubuh salah satunya disebabkan masalah apa yang dimakan.
  • Jika yang dimakan berlebih, maka berisiko masalah gizi lebih, seperti obesitas, dan seterusnya.
  • Jika yang dimakan kurang, maka berisiko masalah gizi kurang hingga kronis, seperti wasting, hingga stunting
  • Solusinya: konsumsi pangan memenuhi kebutuhan tubuh

Seberapa banyak? sesuai usia jenis kelamin – insyaallah pada artikel berikutnya akan disampaikan secara detail.

Maka, jika kita kembali ke dalam konteks takjil, gula, dan makanan manis, berikut adalah solusinya: Cukupkan konsumsi gula sesuai takarannya, yaitu 2 porsi sehari setara 10 gram setara 2 sendok teh.

Bagaimana penerapannya?

Berikut contohnya, dengan 5 takjil yang mungkin sering menjadi pilihan berbuka:

Kurma

Kurma adalah salah satu jenis buah-buahan.

Satu porsi buah setara dengan 2 buah jeruk sedang atau 100 gram. 1 porsi kurma mengandung setara 50 kkal dan 10 karbohidrat. 1 porsi kurma terdiri dari 3 butir kurma atau setara 15 gram.

Keterangan ini menjadi pelengkap bahwa kurma merupakan salah satu makanan takjil terbaik.

Karena kurma termasuk kategori buah-buahan, kamu bisa mengkombinasikan dengan pangan sumber karbohidrat dan protein.

Misal, kombinasi dengan buras dan kacang tanah.
Berapa banyak?

  • buras sebanyak 1 buah sedang atau setara 75 gram. Buras sebesar ini, setara dengan 100 gram nasi.
  • kacang tanah atom sebanyak 2 sendok makan atau setara 20 gram

Air Kelapa Murni

Benar, kami menulisnya air kelapa murni, tanpa gula atau kental manis.

Air kelapa mengandung aneka mineral yang bermanfaat untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang saat berpuasa.

Jika ingin memberikan gula, pikirkan kembali: kamu hanya punya jatah gula sehari 2 sendok teh atau setara 20 gram.

tips tambahan: air kelapa murni juga bisa menjadi pendamping kurma, buras, dan kacang tanah kupas.

Puding Buah

Buah-buahan kaya zat gizi vitamin dan mineral serta mudah dicerna oleh usus. Puding buah yang baik adalah yang full dengan aneka buah-buahan, tidak hanya sekedar topping puding saja.

Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, jangan menambahkan gula terlalu banyak pada adonan puding buah maupun vla nya

Smoothies

Smoothies dapat dibuat dari aneka buah, sayur, susu/santan rendah lemak dan pemanis berupa madu atau kurma. Satu gelas smoothies dapat menyediakan energi hingga 10% kebutuhan gizi harian.

Selain itu, smoothies juga kaya vitamin, mineral dan serat, mengenyangkan dan dapat segera mengembalikan energi dan kesegaran tubuh setelah berpuasa.

Pilih pemanis berupa madu atau kurma untuk sajian smoothies yang lebih sehat

Klappertaart

Klappertaart merupakan sajian khas Manado yang mendapat pengaruh dari Belanda.

Cita rasanya yang manis gurih dan creamy sangat cocok untuk berbuka puasa.

Klappertaart mengandung air dan daging buah kelapa yang sangat baik untuk tubuh.

Gunakan susu/santan rendah lemak serta tepung bebas gluten untuk membuat klappertaart yang tidak memberatkan kerja usus saat berbuka.

Satu lagi, tambahkan sari kurma untuk menggantikan gula pasir dalam resep klappertaart sehatmu. Resep klappertaart bebas gluten dapat dilihat disini (boleh sambil di follow yaa untuk dapatkan resep mudah bebas gluten)

Apa Selanjutnya?

Dengan pola pikir yang sama, kamu bisa menerapkan pada aneka jenis takjil yang lain.

Agar lebih mudah, kamu juga bisa mendapatkan ebook 29 takjil dalam timbangan gizi seimbang.

Dengan ebook ini, kamu bisa lebih mudah mengetahui takaran berbagai jenis takjil secara gizi seimbang.

Sehingga kamu bisa lebih cepat dan mudah untuk mengukur ‘jatah makan’ bergizi seimbang pada puasa tahun ini.

Materi berupa video rekaman, sehingga:


bukan webminar yang bikin pusing kepala. meleng sedikti bisa bikin ketinggalan jauh.
bisa langsung akses setelah kamu selesaikan transaksi sekarang


bisa diulang hingga paham
lihat selengkapnya mengenai mini class ini di sini:

selanjutnya:

Agar tidak kalap, tentukan hak tubuhmu.

Ini salah satu pembahasan yang paling penting, karena akan menjelaskan berapa ‘jatah makan’ kamu.

Sampai jumpa pada artikel tersebut, ya.

P.S.

Jka kamu merasa artikel ini bermanfaat, kamu boleh bagikan artikel ini melalui tombol di bawah ini, ya

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram