5 Kebaikan Lokalloka yang Tidak Dimiliki Terigu

5 Kebaikan Lokalloka yang Tidak Dimiliki Terigu

Jika ada tepung bebas gluten yang bisa menghasilkan adonan lembut, mengembang, dan kenyal seperti terigu. Olahannya tidak berbau, tidak pucat, enak dan tetap sehat…
Mudah didapat, mudah dibuat, harga terjangkau, dan ada grup tanya jawab resep…

Mengapa masih ragu?

Lokalloka Bebas gluten dengan sertifikasi

Ada banyak sekali produk di luar sana yang menggunakan klaim bebas gluten. Sayangnya, klaim tersebut tidak disertai bukti yang valid.

Tahukah Anda?

Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 13 Tahun 2016 menyebutkan bahwa suatu produk dikatakan bebas gluten apabila tidak mengandung gandum, rye, barley, dan oat, serta level kandungan glutennya tidak lebih dari 20 mg/kg

Ya, klaim bebas gluten perlu disertai dengan sertifikat uji lab gluten. Hasil uji gluten Lokalloka menunjukkan bahwa Lokalloka terbukti sebagai tepung bebas gluten. Sehingga Anda tidak perlu khawatir membeli produk dengan klaim palsu.

Tepung lokalloka sudah teruji!

Dibuat menggunakan pangan lokal Indonesia

Salah satu misi lokalloka adalah memajukan pangan lokal Indonesia. Negeri dengan tanah yang subur dan sumberdaya melimpah, sungguh menjadi hal yang sia-sia jika tidak dimanfaatkan.

Oleh karena itu, seluruh bahan pembuatan tepung lokalloka pasti menggunakan produk pangan lokal. Mulai dari tepung beras, tepung mocaf, maizena, xanthan gum, hingga tepung sagu papua, semuanya menggunakan hasil tani negeri sendiri.

Selain bisa menambah nilai jual bahan baku, konsep ini tentu akan berdampak dan bisa membantu para petani lokal, bukan?

Kandungan serat tepung lokalloka lebih tinggi dari terigu

Lokalloka dibuat dari beberapa serelia dengan kandungan serat yang tinggi. Serat adalah salah satu zat gizi makro yang berfungsi untuk memperlancar pencernaan.

Jika Anda kekurangan serat, dapat dipastikan Anda akan sulit buang air besar. Selain itu, orang yang kekurangan serat cenderung mengalami kelebihan berat badan.

Sumber utama serat adalah sayur dan buah. Namun kandungan serat juga terdapat dalam beberapa serelia.

Dan menariknya, kandungan serat dalam serelia non gluten lebih tinggi dibanding serat dalam tepung terigu.

Contoh, tepung beras, mocaf, sagu, dan maizena adalah jenis tepung bebas gluten dengan kandungan serat yang lebih tinggi dibanding terigu.

Kandungan serat dalam 100 gram tepung terigu hanya mencapai 0.3 gram.

Padahal, rata rata kebutuhan serat untuk orang dewasa dalam sehari adalah sebesar 28-29 gram.

Jika Anda mengganti konsumsi tepung terigu menjadi tepung non gluten, itu berarti Anda turut menambah asupan serat untuk tubuh Anda, betul?

Tepung serbaguna

Tidak seperti tepung bebas gluten di pasaran yang biasanya menjadi tepung khusus satu olahan, misal tepung cookies bebas gluten, tepung pancake bebas gluten, dan lain sebagainya.

Tepung lokalloka hadir dalam satu kemasan saja. Kenapa?

Karena hanya dengan satu kemasan, Anda sudah bisa membuat aneka kue pilihan. Jadi tidak perlu repot-repot beli semua jenis tepung, cukup pakai lokalloka dan taraaaa aneka kue terhidang di depan mata.

Hemat tepung karena penggunaannya sedikit

Lokalloka juga bisa menghemat penggunaan tepung lho..

Maksudnya bagaimana?

Begini, misal Anda memerlukan 250 g tepung terigu untuk membuat seloyang brownies. 250 g tepung terigu mengandung energi sebanyak 832.5 kkal.

Jika Anda mengganti pemakaian tepung terigu menjadi tepung lokalloka, maka Anda hanya memerlukan 175-225 g tepung lokalloka untuk membuat seloyang brownies. Atau sekitar 10-30% lebih hemat dari resep tepung terigu.

Mengapa begitu? Karena jumlah tepung lokalloka tersebut sudah mampu membuat brownies dengan adonan yang hampir sama dengan adonan terigu.

Luar biasaa bukan?

Itulah mengapa ada 5 kebaikan yang melekat kuat pada tepung lokalloka. Sehat, hemat, dan praktis, siapa sih yang rela menyia-nyiakan manfaat dan kemudahan ini? Silakan kunjungi https://lokalloka.com/link untuk melihat aneka produk lokalloka harga diskon.

Nah pada artikel selanjutnya, kita akan bahas berbagai jajanan di sekitar kita yang ternyata mengandung gluten. Ada apa aja ya? Baca info lanjutannya disini (link artikel 3.1)

Yuk, Bagikan kebaikan:

Apa pendapatmu?

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan Kolom bertanda * wajib diisi