Ternyata Ini Bahaya Gluten pada Orang Sehat

Ternyata Ini Bahaya Gluten pada Orang Sehat

Pada artikel sebelumnya, kita sepakat bahwa konsumsi gluten harus dihindari oleh mereka yang memiliki gejala intoleransi yaitu orang dengan alergi gandum, penyakit autoimun termasuk celiac, sensitivitas non gluten, dan autisme.

Gluten pada orang dengan alergi gandum dan sensitifitas gluten non celiac akan menimbulkan berbagai gejala, mulai dari sakit perut hingga anafilaksis yang menjadi penyebab kematian.

Pada orang dengan penyakit autoimun, gluten membuat gejala penyakit semakin parah. Selain itu penyerapan gizi pada penderita menjadi tidak optimal dan menghambat proses penyembuhan.

Sementara itu, pada anak dengan autism, gluten akan menyebabkan emosi anak menjadi tidak stabil, mudah marah, dan akhirnya mengamuk.

Lalu apa yang terjadi jika gluten masuk ke pencernaan orang sehat? Mari kita simak satu persatu.

Gluten membuat usus bekerja lebih keras

Tahukah Anda, asam amino yang terkandung dalam gluten adalah asam amino yang tidak biasa.

Jessica RB, seorang peneliti dari Australia, menyebutkan bahwa gluten adalah protein dengan kandungan asam amino kompleks yang di dominasi oleh glutenin dan gliadin.

Asam amino gliadin mengandung struktur kompleks yang sangat tahan terhadap asam lambung, pankreas, dan pencernaan usus. Sehingga gliadin memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna usus. Bahkan dalam satu literatur disebutkan bahwa pencernaan manusia butuh 3×24 jam untuk mencerna gluten.

Bayangkan saja, gara-gara gluten, usus kita bekerja lebih berat dan lama. Jika ini terjadi terus menerus, bisa bisa usus lebih cepat iritasi.

Olahan berbahan dasar gluten biasanya tinggi lemak dan gula

Jika Anda menyebutkan berbagai makanan berbahan dasar tepung terigu, pasti tidak jauh-jauh dari roti, brownies, cake, gorengan, mie dan banyak lagi.

Dari makanan yang disebutkan diatas, semuanya adalah makanan sumber karbohidrat, betul? Belum lagi jika olahan tersebut sangat manis dan berminyak. Dapat dipastikan kandungan gula dan minyaknya tinggi.

Jika Anda mengonsumsi makanan seperti ini setiap hari, kira kira apa ya yang terjadi pada tubuh Anda?

Yap, Anda akan memiliki resiko kegemukan dan obesitas. Mengapa begitu? Karena karbohidrat, gula, dan lemak akan disimpan sebagai sumber energi dalam tubuh. Jika terlalu banyak, sumber energi ini akan disimpan dalam bentuk lemak tubuh.

Bayangkan, jika lemak tubuh Anda bertambah setiap hari :

  • Tubuh Anda akan semakin gemuk dan berat
  • Anda jadi mudah lelah
  • Tidak produktif
  • Beresiko penyakit tidak menular (PTM)

Mengkhawatirkan bukaan?

Tepung bebas gluten kandungan seratnya lebih tinggi

Serat adalah salah satu zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah besar di dalam tubuh. Serat digunakan tubuh untuk memperlancar pencernaan.

Jika Anda kekurangan serat, dapat dipastikan Anda akan sulit buang air besar. Selain itu, orang yang kekurangan serat cenderung mengalami kelebihan berat badan.

Sumber utama serat adalah sayur dan buah. Namun kandungan serat juga terdapat dalam beberapa serelia.

Menariknya, kandungan serat dalam serelia non gluten lebih tinggi dibanding serat dalam tepung terigu.

  • 100 gram tepung mocaf (singkong), mengandung 6 gram serat
  • 100 gram tepung maizena (jagung), mengandung 7 gram serat
  • 100 gram tepung talas, mengandung 12,2 gram serat

Sementara itu, kandungan serat dalam 100 gram tepung terigu hanya mencapai 0.3 gram.

Padahal, rata rata kebutuhan serat untuk orang dewasa dalam sehari adalah sebesar 28-29 gram.

Jika Anda mengganti konsumsi tepung terigu menjadi tepung non gluten, itu berarti Anda turut menambah asupan serat untuk tubuh, terhindar dari obesitas, membuat ringan kerja usus plus mengurangi biaya impor gandum yang sangaat mahal.

Untung aja atau untung bangeet?

Setelah Anda memutuskan untuk move on dari tepung terigu, sekarang Anda mulai bingung dan bertanya-tanya “tepung apa ya yang bisa menggantikan peran terigu?”

Tak perlu membuang-buang waktu, Anda bisa mendapatkan info tepung bebas gluten disini https://lokalloka.com/5-kebaikan-lokalloka-yang-tidak-dimiliki-terigu

Yuk, Bagikan kebaikan:

Apa pendapatmu?

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan Kolom bertanda * wajib diisi