Diet GF Jangan Tanggung

bismillah.

Mungkin, Anda pernah dengar kisah yang mirip-mirip gini:

Tersebutlah keluarga kaya-raya, punya harta gemah ripah loh jinawi. Apa-apa ada.

Semua orang sudah tahu, semua harta tidak jatuh dari langit.

Setelah izin Allah, ada usaha keras dari sang kepala keluarga, membangun kerajaan bisnis yang menggurita.

Hari berlalu, tibalah pergantian tampuk kepemimpinan bisnis, dari sang ayah ke anak laki-laki pertama.

Proses bisnis dan perputaran nasib berjalan.

Siapa sangka, bisnis yang begitu suburnya, mendadak menjadi kering-kerontang.

Maka, dari sana, muncul pepatah, “Mempertahankan lebih sulit dari pada memulai,”

Kisah ini mungkin mirip dengan kisah pola hidup sehat bagi sebagian orang.

Hari pertama, ia begitu semangat untuk menjaga pola makan seimbang. Olahraga rutin saban pagi-petang.

Hari kedua hingga kelima, masih semangat.

Menginjak satu pekan, semangatnya mulai luntur ibarat noda diberi cairan pemutih.

Hanya saja, kegagalan ini bukan 100% kesalahannya. Ada banyak faktor.

Katakanlah, lingkungan sekitarnya.

Ia ingin makan bergizi seimbang. Tapi, karena ia sibuk bukan main, ia hanya bisa beli, bukan masak dan nimbang sendiri.

Begitu pula dengan diet GF.

Pada email sebelumnya, kita telah mendiskusikan jajanan pasar masih sulit GF.

Khawatirnya, ini menjadi sebab kemunduran diet GF.

Pelan tapi pasti, akhirnya seseorang bisa menjadi permisif pada olahan terigu.

Meski, itu bukan kesalahannya 100%.

Karena belum ada yang jual jajanan pasar GF.

Nah, dari pada pusing, bikin sendiri aja mending 👉 https://lokalloka.com/jpgf/

Anda juga bisa lebih bebas berkreasi dengan bahan kesukaan Anda.

Bisa jadi kan dimsum tuna topping strawberry?

Yuk, mulai bikin sendiri jajanan GF sendiri https://lokalloka.com/jpgf/

 

Apa pendapatmu?

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan Kolom bertanda * wajib diisi