Tanya Jawab Seputar Puasa Bergizi Seimbang

Daftar Isi

Pertanyaan Retno dari Balangan

Pertanyaan:

Pertanyaan Pertama

Seperti yg sdh ibu paparkan ttg gizi seimbang serta pembagian waktu makan 3x makn utama dan 2x makan selingan

Seiring pengetahuan dan mudahnya kita mengakses informasi skrg banyak org2 keluar dari prinsip gizi seimbang ini..

Dengan menjalankan pola makan tertentu, contohnya seperti pola makan diet atkins, diet keto, OCD dll

Malah pola makan spt itu dijadikan kebiasaan,

Yg ingin sy tanyakan.. Apakah pola mkn spt itu sdh cukup memenuhi gizi seimbang? Mengingat kalau misalkan seseorang menjalani OCD dia akan berpuasa dan “berbuka” dgn mknn apa pun..

Atau memilih bahan makanan tertentu apakah berpengaruh terhadap keseimbangannya lagi?

Pertanyaan Kedua

Ditengah boomingnya covid-19 juga vit c sepertinya mnjd primadona.. sy agak khawatir, apakah normal jika seseorang mengkonsumsi suplemen tambahan vit. C (misalkan minuman * C 1000)

Dan adakah penambahan kebutuhan vit c dari Angka Kecukupan Gizi ditengah pandemi covid-19 ini? 

Sy jg pernah membaca jika vit. c ini kelebihan dikonsumsi mk mengakibatkan batu ginjal..

Apakah itu benar bu? 

Adakah solusi atau cara agar kita terhindar dari konsumsi berlebihan vit c ini?

Jawaban : 

  1. Pola makan yang dianjurkan organisasi kesehatan dunia dan diasopsi oleh Indonesia adalah gizi seimbang. Pola makan yang lain saya tidak menyarankan karena belum tentu cocok untuk semua individu, perlu supervisi dari ahli gizi sehingga beresiko bagi orang awam. Tentu saja pola makan yang lain tidak menjamin gizi seimbang terpenuhi. Mari saya ajak semua peserta di kulwap ini untuk memulai pola makan gizi seimbang dan mengampayekan minimal ke lingkungan terdekatnya masing-masing. Bahan untuk kampanye gizi seimbang sudah tersedia di Instagram @eatright.digsch. Silahkan dishare.
  2. Mengacu AKG 2019, dalam sehari, vit C yang dibutuhkan anak usia 6-11 bulan adalah 50 mg, 1-3 tahun adalah 40 mg, 4-9 tahun adalah 45 mg, 10-12 tahun 50 mg, 13-15 tahun 67-75 mg, remaja-dewasa perempuan 75 mg, remaja-dewasa pria 90 mg. Kebutuhan ini tercukupi dari konsumsi makanan yang bergizi seimbang (sayur buah sesuai porsi). Suplemen dianjurkan untuk orang yang sedang sakit, pemulihan, kondisi khusus (hamil/menyusui/lansia/masalah gizi). Jika sehat-sehat saja dengan aktivitas normal, suplemen tidak perlu ya bu. Semakin banyak asupan vitamin C maka akan memperberat kerja ginjal yang harus membuangnya melalui urine. Jadi seiring dengan konsumsi suplemen vitamin C, konsumsi air putih juga harus lebih banyak.
  3. Solusi konsumsi makanan bergizi seimbang, perbanyak buah sayur