Tiga Tips Praktis Puasa dan Lebaran Bergizi Seimbang

Daftar Isi

Pendahuluan

Pada pembahasan sebelumnya, kita telah mengetahui manfaat puasa dan lebaran bergizi seimbang.


Oleh karena itu, pada artikel ini, kita akan membahas sesuatu yang lebih praktis, tiga tips bagaimana melakukan puasa bergizi seimbang.


Tanpa berlama-lama lagi, mari kita bahas satu per satu.

Tips Pertama: Tetap Aktif Walaupun Berpuasa.

Sebagaimana yang kamu ketahui, tubuh lemas ketika berpuasa adalah wajar.

Namun, sebagaimana yang telah kita diskusikan pada artikel sebelumnya, dengan sudut pandang gizi seimbang, hak tubuh terhadap zat gizi tetap terpenuhi sesuai kebutuhannya.

Masih ingat? Hak tubuh terhadap zat gizi sesuai kebutuhan usia dan jenis kelamin = kenyang fisiologis.

Kenyang sejati.

Bedanya puasa dengan hari tidak berpuasa, hanya ada perbedaan pada waktu makan.

Oleh karena itu, puasa bukan menjadi alasan untuk berleha-leha, rebahan sepanjang hari di atas kasur.

Dengan pola makan bergizi seimbang, seseorang tetap mendapatkan asupan makanan yang ia perlukan sesuai kebutuhan usia dan jenis kelaminnya.

Dari sini, kita bisa memahami bahwa ‘lapar’ bisa kita kelompokkan menjadi 2:

  • lapar psikologis, alias lapar mata
  • lapar fisiologis, ketika zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh terlalu berlebih atau kekurangan

Metode gizi seimbang yang insyaallah akan dibahas pada artikel selanjutnya menjamin tubuh memeroleh haknya.

Sehingga, walaupun puasa, tubuh tidak lapar secara fisiologis.

Oleh karena itu, kita bisa tetap beraktivitas ketika menjalani puasa. Walaupun intensitasnya bisa dikurangi.

Pro tips: olahraga tetap bisa dilakukan.

Jika sebelumnya seseorang melakukan olahraga di pagi hari, saat berpuasa ia bisa melakukannya ketika 30 – 60 menit menjelang berbuka.

Manfaat lainnya, dengan aktif bergerak, timbul hormon kebahagiaan yang bisa menekan lapar psikologis. Puasa lebih ‘tidak terasa’.

Tips Kedua: Sahur dan Buka Puasa dengan Menu Bergizi Seimbang.

Sahur merupakan kunci untuk menjaga tubuh tetap bugar selama puasa. Komposisi makanan sahur yang baik adalah yang bergizi seimbang mencakup:

  1. karbohidrat kompleks,
  2. protein,
  3. lemak sehat,
  4. vitamin dan mineral, serta
  5. air.

Karbohidrat kompleks dapat mempertahankan rasa kenyang lebih lama dan membantu memenuhi kebutuhan tubuh akan serat. Jangan banyak mengonsumsi makanan terlalu manis atau asin saat sahur.

Makanan dan minuman yang terlalu manis dan asin dapat menarik cairan dari tubuh dan mempercepat proses keluarnya cairan melalui urine. Akibatnya tubuh cepat kekurangan cairan dan kita merasa sangat haus saat sedang berpuasa.

Contoh makanan yang harus dihindari untuk sahur:

  • minuman manis,
  • minuman kemasan,
  • permen dan coklat,
  • cake,
  • martabak,
  • cookies,
  • soft drink,
  • pudding,
  • es krim,
  • sereal,
  • roti putih dengan selai/coklat,
  • buah kalengan,
  • pancake,
  • ikan asin,
  • French fries,
  • daging/ikan olahan beku,
  • daging/olahan ikan dalam kaleng,
  • keripik,
  • sayur kalengan,
  • mie instan,
  • pizza,
  • biscuit,
  • keju dan produk olahan keju

Selain itu, hindari makanan yang terlalu pedas.

Makanan pedas dapat membuat tenggorokan kering, memicu diare bahkan berbahaya bagi yang memiliki penyakit lambung.

Maka, kamu perlu memahami dengan lebih cepat bagaimana lebih siap + lebih sehat menyambut bulan Ramadhan dan Lebaran pada tahun ini.

Kemudian, hindari makanan cepat saji.

Makanan jenis ini berlemak tinggi, mengandung karbohidrat sederhana sehingga membuat tubuh cepat merasa lapar.

Selain itu, lemak dapat menumpuk dalam tubuh.

Kurangi atau hindari juga minuman yang bersifat diuretic seperti teh dan kopi.

Dengan demikian, konsumsi makanan berlemak dan minuman yang manis dalam jumlah kecil.

Ingat, kita hanya memiliki waktu yang relatif singkat setiap hari untuk makan dan minum, sehingga gunakan waktu itu untuk melengkapi gizi dan cairan yang dibutuhkan untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar.

Saat berbuka, jangan kalap.
Salah-salah malah jadi mubazir dan berefek buruk ke tubuh kita.

Pilihlah makanan yang dengan cepat dapat mengganti kadar gula darah dan cairan tubuh yang hilang saat berpuasa.

Makanan berbuka terbaik adalah:

  • kurma,
  • buah-buahan segar, dan
  • air putih.
  • Buah-buahan, segar atau
  • olahan seperti jus, smoothies, es buah, pudding buah.
  • Es blewah mengandung banyak kebaikan untuk tubuh.
  • Batasi penggunaan gula untuk olahan buah
  • Salad /olahan sayuran dalam porsi kecil
  • Sup hangat
  • olahan protein hewani seperti otak-otak/siomay dalam porsi kecil
  • kelapa muda
  • Kue dalam porsi kecil dan terbatas

Hindari gorengan untuk berbuka puasa.

Kandungan lemak yang tinggi dalam gorengan membuat gorengan sulit dan lambat dicerna, terutama ketika gorengan menjadi makanan pertama yang dimakan setelah puasa.

Setelah perut kosong karena puasa seharian, perut harus mencerna lemak yang ada pada gorengan.

Organ pencernaan harus bekerja lebih keras untuk dapat mencerna lemak tersebut. Karena sulit untuk dicerna, proses untuk mencerna gorengan akan memakan waktu lama serta dapat mengganggu dan menghambat saluran pencernaan untuk mencerna zat gizi lain.

Selain itu, karena gorengan sulit dicerna, perut menjadi lama kenyang dan tidak sadar kita sudah mengkonsumsi banyak sekali gorengan untuk berbuka.

Setelah itu, giliran makan malam, Menu makan malam ikuti kaidah bergizi seimbang, yang insyaallah akan kita bahas pada artikel selanjutnya.

Tips Ketiga: istirahat cukup

Jangan sepelekan istirahat / tidur yang cukup.

Saat tidur, tubuh melakukan perbaikan dan detoksifikasi.

Tidur cukup juga memberikan kesempatan bagi kekebalan tubuh untuk memproduksi hormon terkait fungsi imun

Puasa atau tidak puasa tubuh tetap memerlukan asupan bergizi seimbang. Kebutuhan makanan selama berpuasa dapat kita bagi 3-4x, yaitu:

  • sahur,
  • berbuka,
  • makan malam,
  • selingan setelah tarawih.

Pro-Tips:

  • Pastikan konsumsi sayuran dan buah-buahan cukup.
  • Hindari konsumsi makanan miskin gizi yang terkategori junk food.
  • Terakhir, konsumsi air dalam jumlah cukup. bagi kebutuhan air sehari pada waktu sahur, berbuka, dan makan malam.

Ingat, kebutuhan air berasal dari makanan dan minuman yang kita konsumsi, jadi tidak hanya berupa air putih.

Penutup

Bagaimana?

Semakin terbayang? Mudah atau mudah banget? 

Maka, mungkin kamu mulai menyadari bahwa materi gizi seimbang dan bebas gluten yang begitu luas akan sulit dikonsumsi dalam satu artikel.

Bocoran artikel selanjutnya:

  1. Lima Ide Takjil Sehat untuk Keluarga
  2. Agar Tidak Kalap, Tentukan Hak Tubuhmu
  3. Tips Mencegah dehidrasi Saat Puasa
  4. Pilihan sumber karbohidrat sehat untuk puasa
  5. Variasi Ide Lauk Pauk Praktis
  6. Bagaimana Mengurangi Kerusakan Zat Gizi Pada Olahan Sayuran
  7. tanya jawab puasa bergizi seimbang
  8. 15 takjil dalam timbangan GIzi Seimbang
  9. 6 resep bebas gluten istimewa
  10. Inspirasi Menu Ramadhan Sehat 15 hari

P.S.

Jika kamu menemukan artikel ini bermanfaat, silakan bagikan kepada keluarga, teman, karib-kerabat, komunitasmu, atau siapapun yang kamu kira ingin sehat kini dan nanti.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram