Tiga Manfaat Puasa dan Lebaran Bergizi Seimbang Bebas Gluten

Daftar Isi

Pendahuluan

Seperti yang kamu sadari, ada beberapa penanda datangnya bulan Ramadhan di sekitar kita. Misalnya:

  • kalimat seseorang, “Tidak terasa, ya, sebentar lagi puasa,”
  • Iklan kolosal berseri di televisi, produknya sirup Marjan
  • menumpuknya kaleng khong guan di minimarket
  • sebagian kalangan masyarakat berpergian naik kol buntung. Seperti ingin pergi piknik, tapi yang laki-laki mengenakan songkok, koko, dan kain sarung, dan yang wanita mengenakan kerudung dan gamis, dan mereka membawa rantang makanan. Seperti orang berangkat pengajian tapi membawa bekal. Di daerah saya, tradisi seperti ini dikenal Munggahan
  • dan lainnya,  you named it.

Atau pemandangan lainnya yang biasa kamu temui dari tahun ke tahun. Namun, bagaimana jika tahun ini puasa dan lebaran tahun ini tidak biasa?

Mungkin, kamu merespon,

“Wah, sudah 2 tahun terakhir ini puasa dan lebaran terasa berbeda karena adanya si virus Covid-19. Suasana sama sekali berbeda, tarawih dan solat hari raya di rumah, atau dibatasi dengan ketat. Silaturahmi ketika lebaran juga serba takut-takut. Bedanya di mana?”

Bukan.

Maksud saya bukan berbeda karena virus.

Tapi, kita akan membahas sesuatu yang beda, dengan kacamata lain.

Bagaimana bedanya?

Jadi, begini…

Mungkin, kamu pernah menemukan:

  • seseorang yang menahan lapar dan dahaga sepanjang hari, tidak sabar menunggu waktu berbuka. Maka,  ketika datang waktu berbuka, ia langsung gelap mata. Ia sudah punya ‘incaran’ sejak selepas ashar. Semua sajian berbuka langsung tandas. Merasa tanggung, akhirnya ia semakin kalap. Bayangkan, betapa penuhnya perutnya. Ketika datang panggilan solat tarawih, ia mendatangi masjid dengan perut begah. Konsentrasi ibadah menjadi goyah.

 

Apa kamu pernah menemui kisah seperti itu?

atau kisah lainnya…

 

  • seseorang yang salah niat puasa: ia ingin lebih kurus. Sebulan sudah ia berpuasa–atau dalam istilahnya, defisit kalori. Perubahan mulai tampak. Perut yang membuncit jadi kempes. Ketika naik timbangan, angkanya mengecil atau jarum bergeser ke arah kiri. Tibalah hari lebaran, hari makan. Opor, kue lebaran, dan momen bersama keluarga membuat “Ah, ngga apa-apa, segigit ini.” Begitu terus sampai semua toples dicicipi. Di akhir masa ia naik timbangan, ia pun kecewa. Timbangannya kembali ke semula. Parahnya, timbangannya begeser ke kanan: angkanya bertambah. Lebaran makin melebar.

 

Apa kamu pernah menemui kisah seperti itu?

 

Inilah yang jadi perbedaan yang bisa kamu rasakan pada puasa dan lebaran tahun ini: Lebih siap + lebih sehat dengan kombinasi dahsyat dua gaya hidup sehat sekaligus.

 

Benar, pola makan bergizi seimbang bebas gluten.

 

Oleh karena itu, pada beberapa tulisan kami selanjutnya, kami akan berbagi mengenai beberapa tips praktis bagaimana lebih siap + lebih sehat menyambut puasa dan lebaran bergizi seimbang bebas gluten.

 

Kami akan berbagi dalam bentuk artikel seperti ini, ebook resep takjil bergizi seimbang, ebook resep olahan bebas gluten untuk lebaran, dan semisal.

 

Kamu boleh simak hingga tuntas.

 

Sebelum kamu simak semua ilmu yang kami bagikan ini, pertanyaan awalnya adalah, “Mengapa harus puasa dan lebaran bergizi seimbang bebas gluten?”

 

Pertanyaan bagus. Berikut manfaat yang kamu dapatkan dengan puasa dan lebaran bergizi seimbang bebas gluten.

Memberikan Hak Tubuh Sesuai Kebutuhan

Sebagian orang di luar sana bilang bahwa puasa melatih kesabaran.

 

Makanan dan minuman yang semula halal dikonsumsi kapan saja, menjadi terlarang.

 

Makanan yang tadinya enak menjadi (terlihat) lebih enak, bagi sebagian orang.

 

Puasa hanya menahan makan dan minum pada waktu tertentu saja, oleh karena itu hak tubuh untuk makan harus tetap dipenuhi.

 

Gizi seimbang adalah metode atau pola makan yang memberikan hak tubuh untuk makan sesuai usia dan jenis kelamin.

 

Pada artikel selanjutnya, kita akan membahas mengenai ini lebih detail, insyaallah.

 

Puasa hanya menggeser waktu makan saja, sehingga jumlah yang harus dikonsumsi adalah sama, yaitu harus bergizi seimbang.

 

Sehingga, tidak ada lagi cerita gelap mata ketika berbuka, semua yang disajikan dikonsumsi tanpa takaran yang sesuai usia dan jenis kelamin.

 

Sehingga, tubuh bisa mencerna dengan seharusnya.

 

Sehingga, diharapkan kita bisa menjalani ibadah dengan lebih konsentrasi lagi.

Bahan di Sekitar Kita Lebih Sehat

Kami yakin sekali ketika kamu membaca artikel ini, kamu juga aktif menerima informasi dari media sosial.

Termasuk, info mengenai konfrontasi Rusia – Ukraina.


Tentu saja, artikel ini tidak membahas politik.

Tapi, rupanya pangan menjadi salah satu imbasnya.

Sebagaimana yang telah kamu ketahui juga, di sekitar kita banyak sekali terigu dan olahannya.

dan hampir semuanya menjadi favorit sebagian besar orang.

Mulai dari:

  • mie instan
  • roti
  • aneka gorengan
  • dan lainnya,  you named it.

Dan kami juga yakin, kamu juga sudah mendengar kabar bahwa salah satu pasokan impor terigu dari Ukraina dan Rusia.

Ketika kedua negara tersebut berkonflik, bisa jadi aktivitas perdagangan pangan ikut terganggu.

Sedangkan, tahukah kamu?

bahwa di sekitar kita ada bahan baku lokal, yang bisa menjadi bahan terigu dan lebih sehat: 

  • bebas gluten.
  • lebih mudah dicerna, tidak membuat kembung, begah, diare, dan semisal
  • karbohidrat sederhana: ramah terhadap timbangan
  • mengandung serat tinggi

dan banyak lagi manfaat yang insyaallah akan dibahas pada Mini Class Puasa dan Lebaran Bergizi Seimbang Bebas Gluten.

Kamu akan dapatkan pelajaran dari narasumber yang berpengalaman dan kompeten (Dosen Gizi Masyarakat dan Praktisi Ketahanan Pangan dan Gizi) mengenai bagaimana lebih siap + lebih sehat menyambut puasa dan lebaran.

Materi berupa video rekaman, sehingga:

  • bukan webminar yang bikin pusing kepala. meleng sedikti bisa bikin ketinggalan jauh.
  • bisa langsung akses setelah kamu selesaikan transaksi sekarang
  • bisa tanya jawab
  • bisa diulang hingga paham
Bedanya dengan belajar dari artikel ini?

Tentu saja:

  • Materi lebih padat dan komprehensif
  • Materi testruktur:
    • Kenapa harus diet gizi seimbang? Bisakah saya melakukannya?
    • Apa perbedaan puasa biasa vs puasa bergizi seimbang?
    • Bagaimana cara menerapkan puasa gizi seimbang?
    • Bagaimana contoh menu bergizi seimbang?
    • Empat alasan mengapa harus diet bebas gluten
    • Gluten vs bebas gluten dalam sudut pandang ilmiah
    • Bagaimana agar tidak tertipu klaim bebas gluten?
    • Resep takjil dan sajian lebaran bebas gluten
  • Dan dapatkan bonus yang bermanfaat:
    • ebook 29 takjil sehari-hari dalam timbangan gizi seimbang. Sudahkah zat gizinya cukup?
    • ebook 14 resep olahan bebas gluten istimewa
    • ebook praktek pemorsian bergizi seimbang
    • video resep okonomiyaki dan pie brownies bebas gluten

Dapatkan penawaran harga paling hemat sekarang:

Praktis untuk Siapa Saja Kapan Saja

Sebelumnya, mungkin kamu pernah mendengar metode diet atau gaya hidup sehat.

 

Katakanlah:

  • diet paleo
  • diet vegan
  • diet mayo, hingga
  • diet OCD

 

Semua alternatif itu tentu saja bisa kamu praktekkan.

 

Namun, jika kami ditanya apa pola makan yang bisa dipraktekkan oleh semua orang:

  • baik muda atau tua
  • baik laki-laki atau perempuan, bahkan
  • baik kaya maupun yang berkecukupan

 

Jawabannya adalah gizi seimbang.

 

Misal:

  • anak alergi susu sapi? bisa digantikan dengan ikan teri
  • si Kakek tidak bisa lagi mengigit daging sapi? bisa digantikan dengan susu
  • si Berkecukupan sulit menjangkau ikan salmon? bisa digantikan dengan ikan lele

 

Fleksibel, yang penting mencukupi hak tubuh.

Penutup

Kami menyadari, mungkin kamu masih memiliki banyak pertanyaan terkait gaya hidup sehat bergizi seimbang dan bebas gluten.

 

Dan kami juga menyadari bahwa materi gizi seimbang dan bebas gluten yang begitu luas akan sulit dikonsumsi dalam satu artikel.

 

Menjadi tidak renyah, ibarat kerupuk: terlalu keras. He He.

 

Oleh karena itu, kami sengaja memecah pembahasan dalam beberapa artikel, sebagaimana yang telah kami sampaikan pada bab Pendahulan artikel ini.

 

Maka, agar pemahaman kamu menjadi utuh, kami menyarankan kamu untuk membaca semua artikel yang akan kami sampaikan, kurang lebih hingga 8 – 10 hari ke depan.

 

Demikian artikel ini, sampai jumpa pada artikel selanjutnya.

 

Bocoran artikel selanjutnya:

  • Tiga Langkah Praktis Puasa dan Lebaran Bergizi Seimbang
  • Lima Ide Takjil Sehat untuk Keluarga
  • Agar Tidak Kalap, Tentukan Hak Tubuhmu
  • Tips Mencegah dehidrasi Saat Puasa
  • Pilihan sumber karbohidrat sehat untuk puasa
  • Variasi Ide Lauk Pauk Praktis
  • Bagaimana Mengurangi Kerusakan Zat Gizi Pada Olahan Sayuran
  • tanya jawab puasa bergizi seimbang
  • 15 takjil dalam timbangan GIzi Seimbang
  • 6 resep bebas gluten istimewa
  • Inspirasi Menu Ramadhan Sehat 15 hari

 

P.S.

 

Jika kamu menemukan artikel ini bermanfaat, silakan bagikan kepada keluarga, teman, karib-kerabat, komunitasmu, atau siapapun yang kamu kira ingin sehat kini dan nanti.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram