Waspada! Ini Gejala Umum Intoleransi Gluten

Waspada! Ini Gejala Umum Intoleransi Gluten

Seperti yang sudah Anda tahu, ada 4 tipe intoleransi gluten yaitu alergi gandum, penyakit autoimun termasuk celiac, sensitivitas non gluten, dan autisme.

Anda mungkin yakin bukan termasuk orang yang mengidap penyakit autoimun dan autism. Namun bagaimana dengan alergi gandum dan sensitivitas non gluten? Tentu butuh diagnosa dokter untuk mengetahuinya.

Namun jika Anda ingin melakukan screening awal terhadap tubuh Anda, apakah bermasalah terhadap gluten atau tidak, Anda bisa mewaspadai gejala berikut.

Kembung

Coba ingat-ingat, kapan terakhir kali Anda mengalami kembung?

Gejala yang sangat umum pada orang dengan intoleransi gluten adalah kembung.

Keluhan ini mengacu pada rasa di perut yang terasa penuh dan tidak nyaman. Beberapa orang mengalami perut kembung dalam waktu yang singkat, namun tak sedikit pula yang berlangsung lama.

Bagi orang dengan intoleransi gluten, rasa kembung bisa terjadi jangka panjang selama paparan gluten masih ada.

Mual dan Muntah

Anda merasa mual setelah mengonsumsi roti, cake, atau olahan gluten lainnya?

Jika iya, Anda perlu mewaspadainya. Gejala alergi gandum dan sensitivitas gluten non celiac ini bisa muncul dalam hitungan menit dan jam setelah mengonsumsi gluten.

Timbulnya rasa mual atau disertai muntah ini adalah reaksi sistem pencernaan saat berinteraksi dengan gluten.

Reaksi ini muncul sebagai reaksi imun untuk melindungi tubuh dari gluten yang dianggap sebagai zat berbahaya

Sakit Kepala

Seperti alergi pada umumnya, reaksi alergi gandum dan sensitivitas gluten non celiac juga menimbulkan sakit kepala.

Sakit kepala yang disebabkan oleh alergi gandum biasanya muncul dalam bentuk migrain.

Sakit Perut

Zat imun menyerang gluten saat berada di dalam sistem pencernaan manusia. Hal ini tentunya akan menyebabkan reaksi pada sistem cerna yang kemudian menimbulkan sakit perut.

Saat reaksi alergi terjadi, bisa jadi Anda tidak merasakan semua gejala yang diperkirakan, namun sebagian besar orang pasti mengalami sakit perut. Sakit perut merupakan gejala yang hampir semua penderita alergi gandum dan sensitivitas gluten non celiac merasakannya.

Diare

Saat gluten masuk ke dalam usus, zat imun mengenalinya sebagai zat berbahaya. Akibatnya zat imun tubuh menyerang gluten dan usus secara bersamaan. Dampaknya, lapisan sel mukosa usus mulai rusak, terutama daerah vili usus yang berfungsi sebagai tempat penyerapan zat gizi ke dalam tubuh.

Hal ini menyebabkan penyerapan zat gizi tubuh tentu tidak optimal. Makanan yang Anda makan tidak dapat dicerna dengan sempurna, dan akhirnya menimbulkan gejala diare.

Keluhan diare yang dialami penderita alergi gandum berbeda-beda tiap orang. Perlu diwaspadai jika keluhan diare berlangsung lama dan semakin berat, karena dapat menimbulkan dehidrasi.

Masalah kulit

Zat imun akan dikeluarkan oleh tubuh saat ada reaksi alergi. Jika zat imun ini ikut mengalir bersama darah, maka ia akan menyebabkan gejala pada kulit seperti ruam-ruam merah, gatal-gatal, pembengkakan, kulit melepuh, dan sebagainya.

Tetap waspada jika muncul berbagai reaksi seperti ini setelah Anda mengonsumsi gluten. Jika gejala ini terus berulang, dengan pola yang sama, sebaiknya Anda segera menghentikan konsumsi gluten dan melakukan tes alergi.

Alergi gandum dan sensitivitas gluten non celiac ini bisa terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia. Anak-anak menjadi kelompok paling rentan karena faktor imun yang belum kuat dan reaksi tubuh terhadap makanan baru.

Namun bagaimana jika Anda adalah orang yang sehat sehat saja tanpa penyakit dan alergi yang rentan terhadap gluten? Perlukah Anda melakukan diet bebas gluten? Cari tahu jawabannya di artikel bahaya gluten untuk orang sehat berikut.

Yuk, Bagikan kebaikan:

Apa pendapatmu?

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan Kolom bertanda * wajib diisi